Renungan dari Matius 20:20-28

“Barangsiapa ingin menjadi besar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambaMu;
Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberi nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” ( Matius 20:26-28 )

Ayat ini menceritakan mengenai Ibu Yakobus dan Yohanes yang datang kepada Tuhan Yesus. Ia sujud di hadapan Tuhan Yesus untuk meminta sesuatu. Ibu ini sujud kepada Tuhan Yesus karena mengetahui bahwa Yesus adalah Tuhan dan memang hanya Tuhan sajalah yang patut disembah. Dalam hal ini sikap sujud merupakan sikap yang benar di hadapan Allah. Allah adalah pencipta dan manusia adalah ciptaan. Tuhan Yesus tidak menolak sujud sembah karena memang Dia adalah Allah. Dia patut disembah.

Kemudian Tuhan Yesus menanyakan kepada ibu :“Apa yang kau kehendaki?”. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang penuh kasih rahmat yang ingin memberikan berkat kepada umatNya. Dia adalah Allah yang memberi, Allah pengasih dan penyayang. Ketika orang buta meminta untuk melihat, Tuhan Yesus memberikan kesembuhan dan orang buta itu melihat. Ketika orang-orang membawa yang sakit yang lemah kepada Tuhan dan meminta kesembuhan kepada Tuhan Yesus, Dia dengan sukarela memberikan kesembuhan. Dan Tuhan Yesus juga mengajarkan supaya murid-muridNya meminta kepada Bapa. Yesus mengajarkan bahwa Bapa disorga itu baik dan Dia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya. Paulus juga mengajarkan bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan umatNya menurut kekayaan dan kemulianNya dalam Kristus Yesus.

“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu” ( Yoh 13:14 )
“Sama seperti Anak Manusia datang untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” ( Matius 20:28 )

Tuhan kita memberikan dirinya sebagai teladan di dalam melayani manusia. Tuhan Yesus memberikan diriNya sebagai korban tebusan supaya manusia boleh diselamatkan. Dan Tuhan Yesus memanggil kita murid-muridNya untuk melayani. Dan pada artikel ini akan direnungkan mengenai apa itu pelayanan. Akan dilihat dari perpektif posisi dan ordo.

Tuhan Allah Tritunggal adalah Tuhan yang berordo. Allah Tritunggal adalah esa dan sekaligus berpribadi tiga. Ketiga pribadi adalah setara namun berbeda ordo. Ketiga pribadi Allah saling melayani satu sama lain . Tetapi Allah Bapa menempati urutan yang pertama, Allah anak yang kedua dan Allah Roh Kudus yang ketiga. Dengan pola dari diriNya yang Trinitas serta berordo ini maka Allah menciptakan manusia juga di dalam ordo. Ada laki-laki dan perempuan dimana laki-laki menempati ordo yang lebih tinggi. Ada orang tua dan anak dimana orang tua menempati ordo yang lebih tinggi. Dan juga ada tuan dan hamba dimana tuan menempati ordo yang lebih tinggi. Ini mirip dengan ajaran Konfusius dimana ada ordo di dalam relasi antara raja dan menteri, orang tua dan anak, saudara dan saudara, suami dan istri, bawahan dan atasan. Tetapi di dalam ajaran Alkitab diajarakan bahwa kedua ordo ini yang lebih rendah dan lebih tinggi harus saling melayani. Suami mengasihi istri dan istri menaati suami. Orang tua mendidik anak dan anak menghormati orang tua. Tuan mengasihi hamba dan hamba taat kepada tuan. Ini adalah satu pelayanan di dalam ordo. Yang lebih tinggi melayani yang lebih rendah dan yang lebih rendah taat kepada yang lebih tinggi.

“Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau” ( 1 Timotius 4:16 )

Di dalam hidup banyak hal yang penting yang harus diseimbangkan. Tetapi yang penting dan terutama adalah bagaimana memprioritaskan yang terpenting di dalam hidup ini. Di dalam gereja, hal yang terpenting adalah ajaran sehat. Di dalam konteks sebagai pelayan Tuhan, prioritas yang terpenting sebagai pelayan Tuhan adalah “mengawasi diri dan ajaran”

Sekarang ini di dalam gereja Tuhan, orang lebih mementingkan hal-hal yang memuaskan manusia. Tetapi di dalam kitab 1 Timotius, Paulus menekankan bahwa yang terpenting adalah ajaran yang sehat. Banyak guru-guru palsu yang mengajarkan pengajaran sesat. Pengajaran ini merusakkan hidup. Guru-guru palsu itu sendiri hidupnya tidak beres dan munafik ( 4:2 ). Jadi antara ajaran sehat dan hidup yang baik ini saling berkaitan. Tetapi Paulus menasihatkan Timotius untuk menegur mereka dan menasihatkan orang-orang untuk tidak mengajarkan ajaran yang lain ( 1:3 ). Sebab semua ajaran yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan akan membuat rusak hidup.

We have 7 guests and no members online