Waktu kita baca Matius 1, terdapat silsilah keturunan Yesus yang cukup panjang. Waduh, kita jadi bingung ! Koq banyak sekali silsilah orang-orang. Apakah bagian silsilah ini ada makna rohani? Untuk apa pusing-pusing dicatat, hanya membuat penuh ! Apakah ada gunanya ? Nanti dulu ! Bukankah setiap tulisan dalam Alkitab adalah Firman Tuhan? Maka pasti silsilah ini ada maknanya. Tujuan dari artikel ini yaitu untuk refleksi. Sebelum memulai refleksi ada beberapa prinsip yang penting.

1. Tidak ada orang kecil di dalam Alkitab. Semua orang itu unik dan punya makna di dalam hidup, baik bermakna untuk Tuhan ataupun bermakna melawan Tuhan. Semuanya ada makna. Tidak ada orang kecil di dalam Alkitab.
2. Semua cerita manusia ini merupakan satu cerita dari awal sampai akhir yang membentuk cerita mengenai Tuhan sendiri. History berarti HIS Story. Dan di dalam sejarah cerita manusia ini maka setiap manusia membentuk satu cerita besar dan mengisi perannya masing-masing. Sekali lagi tidak ada orang kecil dan orang yang tidak signifikan. Semua ada perannya dan maknanya.

Eksposisi dari Yesaya 40:1-11

“He shall feed His flock like a shepherd; And He shall gather the lambs with His arms. And carries them in His bossoms. And gently leads those that are with young” ( Isaiah 40: 11 )

Bangsa Israel pada zaman Musa sudah pernah merasakan penderitaan dengan mengalami perbudakan oleh bangsa Mesir. Mereka merasakan perbudakan sebagai suatu siksaan, baik secara fisik maupun mental. Hak mereka di rampas dan mereka dipaksa bekerja keras. Mereka merasa terikat, terjajah, terbelenggu, terhina, tersiksa oleh bangsa Mesir. Mereka letih lesu, lelah secara fisik dan terutama secara rohani. Namun karena Tuhan Allah setia, Tuhan mendengar keluhan bangsa pilihan-Nya dan melalui Musa, Dia memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir dengan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib. Tuhan menyatakan diri-Nya bahwa Dialah Tuhan segala tuhan, Tuhan bangsa Israel, yang tidak melupakan perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. Perbuatan-Nya yang ajaib dengan menebus bangsa Israel dari perbudakan Mesir, dicatat dalam kitab Keluaran dan puji-pujian diberikan kepadaNya di kitab Mazmur. Perbuatan-Nya ini terus diberitakan kepada anak cucu bangsa Israel, bahwa Tuhan adalah Sang Penebus. Sang pemazmur berseru : Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, perkenalkan perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa (Mazmur 105:1).

We have 5 guests and no members online