Kehidupan di dunia modern ini sungguh melelahkan. Seringkali orang merasa stress dan tertekan karena tuntutan hidup. Banyak manusia yang diliputi kekuatiran hidup untuk apa yang mereka makan dan pakai. Ada juga yang mengejar kelimpahan tetapi selalu berkekurangan di dalam hatinya. Karena kesenangan sejati tidak pernah di dapatkan dari materi belaka tetapi dari pemberi dan pemelihara hidup yaitu Tuhan Allah sendiri.

Mazmur 23 memberikan satu perenungan yang menjadi jawaban bagi keletihan manusia modern ini. Di tengah-tengah jaman yang restless maka Tuhan Allah gembala kita menawarkan spiritual rest. Di tengah keberadaan yang tegang, Tuhan Allah menawarkan damai sejahtera. Di tengah keadaan yang kekurangan dan kekuatiran, Tuhan Allah menyediakan. Karena itu kita sebagai domba-domba Allah bisa merasa rest di dalam Tuhan. Jiwa kita bisa tenang karena Tuhan memelihara hidup kita. Tetapi bukan hanya memelihara tetapi Tuhan Allah beserta kita. Oh sungguh luar biasa bahwa Tuhan Allah pencipta langit dan bumi boleh dipanggil Tuhan adalah gembalaku. “ku” adalah kepemilikan. Ini berarti Tuhan Allah milik kita dan kita milik Tuhan.

Mengerti kekacauan psikologis bisa beragam dari yang ringan sampai berat. Misalnya kecemasan, kekuatiran, perasaan takut dan terror, kegalauan jiwa, paranoid, waham ( delusi ), halusinasi, dll. Ketika seseorang menghadapi pergumulan psikologis, perlu hikmat dan pengertian untuk menghadapinya. Ada beberapa saran nasihat yang hendak saya paparkan untuk menghadapi kekacauan psikologis. Saran ini adalah saran yang saya sendiri gumuli dan hendak saya bagikan.
1.    Doa
Doa adalah berkomunikasi dengan Tuhan. Dengan doa kita bergantung pada Tuhan dan menyerahkan segala kekuatiran kita. Kita tahu bahwa Allah berdaulat ada segala sesuatu termasuk hidup kita dan kita tahu bahwa Allah itu baik. Alkitab mengajarkan kita untuk menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan sebab Dia memelihara kita. Doa juga seruan minta tolong kepada Tuhan. Dengan doa, kita mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan yang maha kuasa dan maha kasih.

Ketika dunia jatuh dalam dosa maka ada realitas sakit penyakit di dalam dunia ini. Penyakit-penyakit ini dapat mempengaruhi fisik dan jiwa seseorang menjadi tidak berfungsi normal seperti semula.  Dan tentunya ini adalah satu penderitaan. Seringkali penderitaan ini mengganggu, menggelisahkan dan membuat kita mempunyai keinginan besar untuk sembuh. Ada yang mencari obat-obatan, mencari dokter hebat, mencari orang pintar, doa terus menerus kepada Tuhan bahkan hadir di dalam kebaktikan yang menawarkan mujizat kesembuhan. Namun seringkali di dalam pengalaman beberapa orang bukan saja tidak sembuh seperti semula maka semakin degenerasi. Di dalam kasus seperti ini bagaimana kita memaknai pengalaman tidak sembuh seperti ini ?

We have 7 guests and no members online