Ketika berpikir mengenai kecemasan, marilah kita memandang kecemasan ini dari kerangka teologis Creation, Fall, Redemption and Consummation ( CFRC ). Di dalam kerangka ini maka segala bentuk ketidakseimbangan dan kerusakan di dalam mood ( perasaan ) manusia adalah karena kejatuhan manusia ke dalam dosa. Dan segala bentuk penyimpangan ini adalah penyimpangan dari original ciptaan Tuhan sebelum jatuh  ke dalam dosa. Sebelum jatuh dalam dosa semuanya baik adanya. Namun sesudah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa maka Alkitab mencatat bahwa mereka menjadi takut dan bersembunyi. Mereka menjadi cemas dan berjaga-jaga. Respon mereka secara melarikan diri ( flight ) adalah mereka bersembunyi. Dan respon mereka secara menghadapi ( fight ) adalah Adam menyalahkan Hawa dan Hawa menyalahkan ular. Mereka sudah tidak tenang dalam batinnya. Dosa sudah masuk dalam kehidupan manusia.   

Ketika kita hendak mengerti mengenai kecemasan, kecemasan dapat digambarkan sebagai takut, phobia, panik, gelisah, tidak beriman, kuatir dan kata-kata lain yang melukiskan dimensi hal ini. Satu hal yang mengakibatkan kecemasan adalah karena kita berjaga-jaga ( alert ) secara mental dan bersandar pada kecukupan diri kita sendiri. Mental kita menjadi begitu sangat peka dan kita ingin segala sesuatu berada di dalam penguasaan kita. Manusia berdosa di dalam pergumulannya ingin agar realitas ini berada di dalam penguasaan mereka. Mereka ingin menjadi Tuhan atas dirinya sendiri. Dan ternyata realitas ini seringkali tidak dapat kita kendalikan. Karena itu manusia menjadi cemas dan kuatir.  Banyak hal di luar kendali kita dan kita waspada dan berhati-hati dan berjaga-jaga. Kita cemas.   

Renungan dari Matius 6:25-34

“Janganlah kamu kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kamu kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?” ( Matius 6:25 )

“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” ( Matiur 6:34 )

Kita semua hidup di dalam dunia yang Tuhan ciptakan ini. Alkitab menceritakan bahwa pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Allah menciptakan isi bumi ini dan manusia ditempatkan di dalam bumi ini. Semua bumi ini ada dalam keadaan harmonis dan Allah mengatakan semua itu baik adanya. Teratur, Harmonis, Sesuai dengan+ rencanaNya. Namun ketika manusia jatuh ke dalam dosa maka terjadi ketidak harmonisan di dalam alam semesta ini. Manusia menjadi dosa dan bermusuhan dengan Allah, dengan sesama dan dengan alam semesta. Akibat dari dosa manusia, Allah mengutuk manusia, ular ( iblis ), dan alam semesta. Alam semesta yang seharusnya harmonis hubungannya dengan manusia menjadi tidak harmonis. Akibatnya manusia harus hidup susah di dalam alam semesta ini. Manusia harus kerja susah payah untuk mencukupi hidupnya. Bahkan manusia saling bersaing dengan manusia lainnya untuk mencukupi hidupnya.

Zaman ini adalah abad kecemasan ( Age of Anxiety ). Banyak orang yang hidupnya dipenuhi dengan ketakutan dan kekuatiran. Kekuatiran ini bermacam-macam yaitu dari yang ringan sampai berat. Dari kuatir akan hidup sampai kuatir karena kekosongan eksistensi. Ketakutan juga bermacam-macam yaitu dari dari takut akan manusia, takut gagal, takut dilukai, takut diteror. Manusia merasakan hidup tidak aman, tidak damai, tidak tenang.

We have 6 guests and no members online