Di dalam dunia sekarang, orang yang stress dan depresi makin banyak. Tetapi banyak orang salah langkah di dalam ambil keputusan untuk penyembuhan. Orang pikir penyembuhannya adalah dengan obat anti depressant. Asumsi ini diambil karena depresi disebabkan oleh ketidakseimbangan kimiawi di otak. Maka untuk menyeimbangkan cairan kimiawi, kita memakan anti depressant.

Namun sebenarnya kalau kita teliti lebih dalam. Sebenarnya penyebab depresi ini bisa secara fisik maupun secara rohani. Secara fisik depresi memang diakibatkan oleh ketidakseimbangan kimiawi. Tetapi seringkali depresi diakibatkan karena rohani spiritual. Pola pikir yang salah, pola pikir negatif, dosa, kebiasaan buruk dapat mengakibatkan depresi secara rohani. Dan akibat dari depresi rohani ini mempengaruhi fisik. Fisik menjadi lemah, emosi menjadi depresi, kekurangan energi, tidak ada gairah, hidup serasa susah dan menyedihkan, tidak nafsu makan. Ini semua gejala fisik yang diakibatkan oleh rohani.

Ketika orang percaya mengalami depresi bahkan depresi yang berkepanjangan maka penting untuk melihat perspektif yang benar mengenai hal ini. Mana yang benar : orang percaya itu adalah seorang Kristen depresi ( Depressed Christian ) atau seorang Kristen yang bergumul dengan depresi ? Sepertinya kedua hal ini seperti mirip tetapi berbeda.

Perspektif seorang Kristen Depresi ( Depressed Christian ) mempunyai implikasi bahwa depresi itu melekat dengan diri orang itu. Depresi dapat dipandang sebagai sesuatu yang besar dan tidak dapat dipisahkan dari orang percaya itu. Bahkan yang lebih parah seseorang dapat memandang identitas dirinya pertama dirinya sebagai seorang yang depresi dan kedua sebagai seorang Kristen. Identitas masalah menjadi lebih besar daripada status yang Tuhan Allah sudah berikan kepada dia sebagai orang percaya.

We have 15 guests and no members online