Seringkali kalau kita mendengar anugerah adalah sesuatu yang tidak layak kita terima dan tidak berkondisi atau bersyarat. Tetapi merupakan pemberian tanpa syarat. Anugerah itu tidak semuanya tidak berkondisi. Ada anugerah Allah yang tidak berkondisi yaitu seperti : pemilihan Allah, lahir baru dan anugerah umum. Ada anugerah Allah yang berkondisi. Kita mengambil contoh dari anugerah yang berkondisi yaitu : Segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencanaNya ( Rom 8:28 )

Ada 2 kondisi disini yaitu : mengasihi Tuhan dan dipanggil.
Ada lagi anugerah yang berkondisi yaitu : Pembenaran, pengudusan dan pemuliaan. Kondisi yang ada adalah harus beriman.
“Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat” ( Rom 3:28 ). Ini adalah kondisi bagi pembenaran.
“But we ought always to give thanks to God for you, brothers beloved by the Lord, because God chose you as the firstfruits to be saved, through sanctification by the Spirit and belief in the truth” ( 2 Tes 2:13 ). Iman adalah kondisi untuk disucikan
“he has now reconciled in his body of flesh by his death, in order to present you holy and blameless and above reproach before him, if indeed you continue in the faith, stable and steadfast, not shifting from the hope of the gospel that you heard, which has been proclaimed in all creation under heaven, and of which I, Paul, became a minister”. ( Kol 1:22-23 ). Bertekun di dalam iman adalah kondisi di dalam pemuliaan.
Tuhan sudah menetapkan untuk membuat anugerah ini sebuah respon dari iman dimana anugerah pemilihan dan lahir baru adalah lebih dulu dan menghasilkan iman.

“Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah”
( Rom 5:20 )

Sungguh Tuhan Allah kita adalah Allah sumber segala berkat dan kasih karunia. Tuhan Allah kita Tuhan Allah pengampun, penyayang yang berlimpah rahmatNya. Ketika kita masih berdosa Kristus sudah mati bagi kita. Kita dijadikan anak Allah. Kita diselamatkan dari dosa. Pernahkah kita bayangkan siapa kita ini ? Siapakah kita ini yang boleh menerima kasih karunia Tuhan ? Dahulu kita adalah pendosa, musuh Allah, pembenci Allah, pelanggar Firman, durhaka, fasik, najis, tidak berguna, tidak berharga, tidak taat. Tetapi Tuhan mengasihi kita dan menyelamatkan kita dari perbudakan dosa. Tuhan membayar harga dengan kematian AnakNya untuk menebus kita dari dosa. Siapakah kita ini ? Layakkah kita menerima anugerahNya ? Kita adalah orang yang malang, orang yang lemah, orang yang tidak layak. Tetapi kita menerima kasih karunia Tuhan.

Refleksi dari Markus 5:1-20   

Di dalam Injil Markus 5 diceritakan mengenai Tuhan Yesus dan murid-muridNya yang sampai diseberang danau di daerah Gerasa. Bila kita mundur sebentar ke perikop sebelumnya Markus 4 dikatakan bahwa Tuhan Yesus dan murid-muridNya meninggalkan orang banyak dan bertolak ke seberang. Di dalam perjalanan mereka terjadilah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu. Pada saat itu Yesus sedang tidur dan murid-murid sangat ketakutan. Mereka membangunkan Dia dan mengatakan “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa ?”. Ia pun bangun dan menghardik angin dan berkata kepada danau itu Diam ! Tenanglah !. Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh. Di dalam peristiwa ini kita dapat melihat bahwa Yesus Kristus mempunyai kuasa akan alam. Dia adalah Anak Allah yang menciptakan alam semesta ini, menopang alam semesta ini dengan FirmanNya dan otomatis mempunyai kuasa atas alam ini. Di dalam budaya Ibrani, lautan seringkali disimbolkan sebagai sesuatu kekacauan dan ketidakpastian. Disana adalah tempat hidupnya leviathan. Dan ternyata Yesus Kristus selain mampu menenangkan angin yang adalah kekuatan alam, juga mampu menenangkan sesuatu yang kacau dan tidak pasti ini.    

Hidup orang percaya adalah oleh anugerah. Hidup kita diselamatkan karena anugerah Tuhan. Pembenaran kita adalah karena anugerah. Pengudusan kita adalah karena anugerah. Anugerah keselamatan seringkali dianggap sebagai pemberian cuma-Cuma yang tidak bersyarat. Anugerah keselamatan adalah tidak berkondisi. Seringkali kita mengerti anugerah itu tidak berjasa dan tidak bersyarat. Tetapi sebenarnya ada anugerah yang bersyarat. Ada janji yang bersyarat.

Misalnya seseorang hamba Tuhan yang hidup suci akan lebih dipakai berkuasa daripada yang hidup lebih tidak suci. Firman Tuhan juga memberikan pengertian bawa Tuhan memberikan anugerah kepada orang yang rendah hati. Jika kita tidak mengampuni dosa orang lain maka kita tidak diampuni. Bahkan salah satu penghiburan terbesar bagi orang percaya bahwa segala sesuatu mendatangkan kebaikan adalah ada syaratnya yaitu bagi mereka yang mengasihi Tuhan.

We have 7 guests and no members online