Saya hendak memberikan perenungan singkat mengenai satu tema yaitu “Bila kau pernah Yesus”. Perenungan tulisanku ini saya dedikasikan pada teman-temanku dan saudara-saudaraku yang mungkin di dalam hidup mengikut Kristus pernah sadar dirinya mendukakan hati Tuhan. Tetapi saya percaya satu hal yaitu kasihNya melebihi pelanggaran kita. Sebelumnya mari kita renungkan satu nats Alkitab yaitu :

Yohanes 21:15-19 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." Dan hal ini dikatakanNya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."   

Bayangkan kita berada di pantai yang sejuk di pagi hari di tengah hangatnya sinar matahari. Kita mendengar semilir angin dan pemandangan ombak yang menuju sisir pantai. Kita mungkin bisa merasakan satu keadaan yang menyejukkan dan mendatangkan sukacita bagi kita. Atau apabila kita berada di pegunungan dimana pemandangan begitu indah. Paduan sinar matahari berwarna kuning dengan hijaunya pepohonan ditambah kabut dan awan yang menghiasi membuat hati kita sejuk. Apalagi apabila udara segar dengan angin sejuk menyegarkan membuat badan kita merasa nyaman.  

Alam semesta ini menyatakan kemuliaan Tuhan. Adanya irama dan keteraturan serta keindahan di dalam karya Tuhan ini. Semuanya terasa baik. Ada lagu rohani yang melukiskan keindahan segala sesuatu dan judulnya adalah all things bright and beautiful. Dan juga ada lagu rohani lainnya yang menyanyikan keindahan alam semesta. Kata-katanya adalah for the beauty of the earth, for the beauty of the skies. Dunia ini walaupun jatuh dalam dosa tetapi kita masih dapat menyaksikan keindahan anugerah umum dari Tuhan Allah.   

Pengantar

Kalau kita menanyakan kitab apakah yang paling sulit diterima banyak orang sebagai kitab yang rohani di dalam Alkitab ? Mungkin secara umum orang menjawab : Pengkotbah dan Kidung Agung. Pengkotbah sekilas pesannya seperti mengajarkan pesimisme dan nihilisme walaupun sesungguhnya sama sekali bukan demikian. Sedangkah Kidung Agung dianggap sebagai kitab yang melukiskan hubungan kasih dan seksual yang mungkin terkesan kurang rohani bagi sebagian orang. Tetapi sesungguhnya kalau kita sungguh-sungguh menyelidiki bahwa orang Yahudi memandang kitab ini sebagai kitab yang sakral bahkan lagu dari segala lagu. Kidung Agung merupakan ruang yang maha kudus karena kitab ini melukiskan selain hubungan perjanjian di antara suami dan istri juga adalah melukiskan hubungan Allah dengan umatNya dan Kristus dengan jemaat.

Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam  terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang ( 1 Yoh 2:9 )

Ada satu pernyataan yang sulit dan membuat saya tercengang serta kaget yaitu siapa yang masih menyimpan benci masih berada di dalam kegelapan. Dan siapa yang membenci, dia adalah pembunuh dan tidak ada pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya sendiri ( 1 Yoh 3:15 ). Coba anda selidiki hati anda ! Apakah kalimat ini begitu mengerikan ?   

Siapa kita yang lepas dari benci ? Atau sebaliknya siapa dari kita yang bisa mengasihi Tuhan dan sesamanya ?   

Tidak ada seorangpun bisa tanpa anugerah Tuhan melalui kematian AnakNya.  

Satu hal kita harus sadar bahwa kita adalah orang berdosa. Jika kita mengatakan kita tidak berdosa maka kita pendusta dan kebenaran tidak ada di dalam kita ( 1 Yoh 1:8 ). Tetapi jika kita mengaku dosa maka Dia setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan ( 1 Yoh 1:9 ). Semua ini dimungkinkan karena karya Kristus di kayu salib.   

Renungan dari kitab 1 Yohanes

“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan.” ( 1 Yoh 4:18 )

Surat 1 Yohanes ini ditulis oleh murid Tuhan Yesus yang paling dikasihi Tuhan. Yohanes adalah murid spesial dan yang paling dekat dengan Tuhan Yesus. Dia melihat bagaimana wujud kasih Allah itu yaitu dalam diri Yesus yang dia kasihi. Di dalam diri Yesus, kita melihat adanya kasih Allah. Ketika melihat banyak orang yang letih lesu dan berbeban berat, hati Yesus tergerak dengan belas kasihan. Ketika melihat orang menderita sakit penyakit, Yesus menyembuhkan penyakitnya. Ketika melihat Zakheus orang berdosa yang rindu melihat Yesus, Yesus datang kedalam rumahnya dan juga masuk ke dalam pintu hatinya. Ketika melihat wanita yang berzinah dan hendak dihukum, Yesus mengampuni dosanya. Bahkan Yesus menangisi Yerusalem dan ingin menyatukan mereka seperti induk ayam yang hendak menaungi anak-anaknya. Di dalam Yesus Kristus, kasih Allah dinyatakan kepada manusia.

We have 10 guests and no members online