Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel.
(Jdg 2:10)

Di dalam peristiwa di Hakim-hakim, bangsa Israel membuat kesalahan dengan tidak mendengarkan nasihat Tuhan untuk memusnahkan bangsa Kanaan. Benyamin tidak memusnahkan bangsa Yebus. Suku Manashe tidak menghalau penduduk Bet-Sean, Penduduk Taanakh, penduduk Dor, dll. Suku Efraim juga tidak menghalau orang Kanaan yang diam di Gezer. Suku Zebulon tidak menghalau penduduk Kitron dan Nahalol. Suku Asyer tidak menghalau penduduk Ako. Begitu juga dengan suku Naftali tidak menghalau suku Bet-Semes dan Bet-Anat. Singkat kata, orang Israel tidak mendengarkan suara Tuhan untuk membiarkan orang Kanaan hidup.

Akibat dari ketidaktaatan ini sebenarnya posisi mereka sudah mulai bergeser dihadapan Allah. Posisi kalau sudah bergeser dari poros akan berbahaya sekali. Kalau kita memiliki sebuah roda dan poros roda itu bergeser dari titik pusat yang seharusnya maka bila roda dijalankan makin lama makin berbahaya. Dan orang Israel sudah bergeser sedikit-demi sedikit poros mereka. Mereka mulai tidak taat kepada Tuhan.

Renungan dari Hakim-hakim 17 dan 18
Jeffrey Lim

Mikha ini mempunyai kuil. Dibuatnyalah efod dan terafim, ditahbiskannya salah seorang anaknya laki-laki yang menjadi imamnya. Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri. ( Hak 17:5-6 )
Lalu kata Mikha kepadanya “Tinggallah padaku dan jadilah bapak dan imam bagiku; maka setiap tahun aku akan memberikan kepadamu sepuluh uang perak, sepasang pakaian serta makananmu” ( Hak 17:10)

Tetapi jawab mereka kepadanya “Diamlah, tutup mulut, ikutlah kami dan jadilah bapak dan imam kami. Apakah yang lebih baik bagimu : menjadi imam untuk seisi rumah satu orang atau menjadi imam untuk suatu suku dan kaum diantara Israel ? Maka gembiralah hati imam itu, diambilmyalah efod, terafim dan patung pahatan itu, lalu masuk ke tengah-tengah orang banyak ( Hak 18:19-20 )

Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa respon pertama setelah manusia  pertama jatuh dalam dosa adalah takut. Mengapa mereka takut ? Mereka takut karena merasa bersalah dan juga karena ketahuan mereka bersalah. Kalau kita merenungkan apa itu takut ? What is fear ? Alkitab di bagian lain mengatakan barangsiapa takut dia tidak sempurna dalam kasih. Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Namun di dalam takut ada penghukuman.

Mengapa manusia menjadi takut ? Ini pertanyaan eksitensial yang sangat mendalam ! Mengapa kita seringkali merasa takut ?

Mata manusia yang diciptakan Tuhan itu begitu unik. Mata bisa melihat yang dihadapannya. Tetapi ternyata ketika diselidiki secara ilmiah ada titik buta di mana mata kita kabur samar samar tidak melihat dengan jelas. Ini berbeda dengan kamera ataupun juga mata gurita yang tidak mempunyai titik buta. Dan sebenarnya titik buta ini dapat menjadi satu ilustrasi untuk mengerti titik buta di dalam jiwa kita.

Di dalam kehidupan yang sudah jatuh dalam kutuk dosa ini maka seperti halnya natur orang berdosa adalah berdosa, kita tidak pernah luput dari kelemahan dan dosa. Sekudus-kudusnya orang percaya tetap ada cacat dan dosanya. Dan puji Tuhan bahwa Dia tidak memperhitungkan kesalahan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Dosa yang diakui adalah dosa yang diampuni.

Hukum di dalam dunia ini adalah hukum keadilan dan hukum balas dendam. Sebenarnya ini adalah hukum alamiah yaitu hukum tabur tuai. Di dalam agama Hindu kita bisa bilang ini adalah hukum karma. Bila seseorang menabur kebaikan maka dia akan menuai kebaikan. Bila seseorang menabur kejahatan maka dia akan menuai malapetaka. Semua ini adalah hukum sama dengan ( = ). Kita menerima sesuatu sesuai dengan apa yang kita perbuat di dalam dunia ini.

Mengapa ada ADHD ? Mengapa ada anxiety disorder? Mengapa ada social phobia ? Mengapa ada Schizophrenia ? Mengapa ada bipolar disorder ( dahulu dikenal sebagai manic depression ) ? Mengapa ada Multiple Personality Disorder ? Mengapa ada halusinasi ? Mengapa ada delusi ?  Mengapa ada Obsessive Compulsive Disorder ? Mengapa ada Sexual Addiction ? Mengapa ada homoseksual ? Mengapa ada penyakit baik secara fisik, psikis, emosional, spiritual ini dan itu ?

We have 19 guests and no members online