“Apakah faedahnya yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya dengan jerih payah di bawah matahari dan dari keinginan hatinya”
“Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati, bahkan pada malam hati hatinya tidak tentram. Ini pun sia-sia” ( Pengkhotbah 2:22-23 )

Di dalam hidup manusia harus bekerja. Ini adalah hukum alam yang Tuhan sudah tetapkan. Semua harus bekerja. Tetapi ada yang bekerja secara kurang karena malas namun ada juga yang bekerja secara berlebihan. Di dalam kitab Pengkotbah pasal pertama menanyakan bahwa “apa gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari ?” ( 1:3). Semuanya sia-sia. Kedengarannya ayat ini mengajarkan pesimisme dan nihilisme dan tidak ada artinya. Tetapi bila kita renungkan bahwa keadaan manusia yang di dalam dosa dimana manusia bekerja keras namun pada akhirnya dia mati dan pekerjaannya ditinggalkan kepada orang lain yang tidak berlelah-lelah ( 2:21 ). Akhirnya dia sendiri tidak memiliki apa-apa. Bahkan nama baiknya pun dari akan dilupakan (2:16 ). Ini adalah bagian dari kesia-siaan hidup.

Di dalam konteks dunia yang sudah jatuh dalam dosa, salah satu akibat dosa adalah manusia harus berpeluh dan kerja keras. Kerja sudah menjadi satu keharusan untuk bertahan hidup. Dan banyak orang berpandangan bahwa kerja adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Memang setelah manusia jatuh dalam dosa terjadi perubahan di dalam diri manusia yang tadinya menyembah Allah menjadi menyembah berhala. Di dalam menyembah berhala maka manusia diperbudak oleh iblis dan kuasa dosa.

Allah kita sesungguhnya bukanlah tiran. Dia adalah Bapa yang baik. Tetapi iblis dan dosa adalah seperti tiran yang memperbudak manusia. Metafora perbudakan di Mesir adalah satu metafora yang baik untuk menggambarkan apa itu kejahatan dan dosa. Orang-orang dipecut oleh tiran yang jahat yaitu Firaun yang adalah sebenarnya melambangkan satu personfikasi dari kejahatan. Sesungguhnya manusia berdosa diperbudak oleh keinginan dagingnya sendiri sehingga jalan hidupnya berada dalam perintah dosa. Karena itu Alkitab mengatakan bahwa orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa ( budak dosa ). Manusia diperbudak oleh keinginannya sendiri yang melawan keinginan Roh.

We have 14 guests and no members online