Permohonan pertama dari doa Bapa kami adalah dikuduskanlah namaMu. Yaitu supaya nama Tuhan dikuduskan. Apakah artinya permohonan ini ?  Dikuduskan namaMu ini berarti supaya nama Tuhan dimuliakan atau Tuhan sendiri dimuliakan. Pengertian bahasa dikuduskan namaMu sama dengan dimuliakan namaMu. Pengertian ini sesuai dengan yang kitab Suci sendiri nyatakan dari Imamat 10:3 “Inilah yang difirmankan Tuhan : Kepada orang yang karib kepadaKu Ku-nyatakan kekudusan-Ku dan diseluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaanKu”

Lalu apa artinya kemuliaan ?  Kita membahas mengenai apa itu artinya mulia ? Mulia itu dalam kata aslinya Ibrani  berarti berat (heavy) atau membuat berat ( make heavy). Sesuatu yang ringan itu tidak berharga dan tanpa nilai. Berat menunjukkan suatu bobot dan nilai.

Di dalam membahas mengenai apa arti kemuliaan, kita membahas beberapa aspek :
1. Kemuliaan  menunjukkan apa yang di dalam. Kemuliaan menujukkan apa yang intrinsic. Ketika melukiskan apa yang di dalam atau internal ini berarti melukiskan kebesaran, dignitas, dan keberhargaan. Kata mulia sering diartikan kebesaran seseorang atau sesuatu benda yang mengandung kebesaran atau keindahan di dalam dirinya.  

Di dalam Yakobus 5:12-20 dikatakan bahwa jika seseorang berada dalam masalah, marilah dia berdoa. Tetapi bila seseorang sukacita, marilah dia memuji Tuhan. Dan bila ada masalah di dalam penyakit haruslah memanggil penatua dari gereja untuk berdoa untuknya dan mengurapi dengan minyak. Hasilnya adalah orang sakit itu akan disembuhkan dan dosanya akan diampuni ( ay 15 ). Dan kemudian setiap jemaat harus saling mengaku dosa ( ay 16 ).

Yakobus 5 ini sudah menjadi pasalnya menjadi isu mengenai penyembuhan. Beberapa gereja mengambil beberapa sikap mengenai hal itu dan menekankan bagian-bagian yang dituliskan.

Jika anda memanggil penatua dan berdoa buat anda dan ternyata anda yang tidak sembuh maka yang bermasalah anda, penatuanya atau minyaknya atau kesetiaan Tuhan ?

Kita seringkali salah mengerti teks dari Yakobus ini. Kita harus mempelajarinya dengan sungguh-sungguh di dalam konteks kitab Yakobus ini. Kitab Yakobus ini adalah kitab yang bukan terpisah tetapi satu kitab yang koheren dengan koneksi dari tema-tema. Karena itu kita harus melihat dari konteks seluruh kitab. Seringkali di pasal 5, kita sering mengambil di luar konteks dan membaca seperti sebuah instruksi singkat pada dirinya sendiri. Tetapi kita harus melihat kitab Yakobus bukan seperti itu melainkan seluruh surat menyatu bersama.

Refleksi Daniel 9

Bangsa Israel ketika pada jaman Daniel adalah sedang berada di pembuangan Babilonia. Pembuangan ini menyedihkan karena mereka sedang dihukum Tuhan. Mereka tidak berada di tanah perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham dan mereka berada di tangan musuh. Alasan mengapa mereka dibuang adalah karena mereka tidak mengikuti perintah Tuhan dan sering menyembah berhala. Ini adalah kekejian bagi Tuhan.

Di dalam Kitab Yeremia 29:10-14 dituliskan
Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. - Jer 29:10-14

We have 13 guests and no members online