• An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
Home PDF Print E-mail

Berkat datangnya dari Tuhan : Perenungan tentang Bisnis
Jeffrey Lim

 

Sudah lama saya tidak menulis di website atau di blog. Sudah lama saya tidak memposting tulisan hasil devosi pribadi. Kali ini saya mau mencoba memulai kembali. Semoga hasil perenungannya tidak kaku. sebab segala sesuatu itu perlu latihan. Ibarat menyetir mobil maka harus terus dijalani supaya tidak kaku.  Memang sebenarnya ada penyesuaian di dalam hidup saya karena dulu saya banyak bergerak di bidang teologi dan sekarang berpindah ke dunia usaha. Dunianya masih sama di dunia Bapa, orangnya masih sama tetapi perubahan ini sebenarnya tidak mudah bagi saya. Bagi saya perlu adaptasi dan perlu penerimaan diri.

 

Kali ini saya hanya ingin membuat satu perenungan sederhana mengenai berkat Tuhan dari refleksi usaha yang saya jalani. Tuhan itu baik dan Tuhan itu pencipta dan juga pemelihara hidup manusia. Dia menciptakan kita dan tidak membiarkan kita begitu saja. Dia memelihara hidup kita. Dan pemeliharaannya ini nyata di dalam hidup kita. Walaupun mungkin seringkali kita tidak melihat hal itu karena kebutaan rohani kita.  Saya ingin menyaksikan kasih setia Tuhan di dalam memelihara hidup saya selama 9 bulan ini.

 

Setelah hampir 9 bulan terjun di dalam dunia usaha, saya kembali merefleksi flashback ke belakang. Di dalam 9 bulan ini saya bersyukur kepada Tuhan bahwa Tuhan memberkati usaha saya sehingga hidup berkecukupan. Tidak berkekurangan tetapi cukup. Ini adalah anugerah Tuhan. Ini adalah pemberian Tuhan. Sebenarnya mungkin banyak orang di dunia yang berpikir bahwa kalau dia bisa maju usaha karena usaha dia sendiri. Saya maju karena Saya rajin, saya ulet, saya lincah, saya berjuang, saya teguh, saya konsisten, dan saya saya yang menjadi fokus utamanya. Tetapi saya bersyukur karena wahyu Allah kita bisa melihat semua itu dari kacamata Firman. Sebenarnya setiap berkat yang kita dapati di dalam hidup ini baik kesehatan, materi ataupun apapun, semua itu berasal dari Tuhan. Kemajuan bisnis juga adalah berkat yang Tuhan karuniakan. Jadi ini bukan usaha kita semata-mata tetapi anugerah Tuhan yang menyertai di dalam memelihara umatNya.

 

Kecukupan itu berkat Tuhan tetapi jangan cuma dilihat dari berkat materi saja sebab yang paling penting berkat rohani. Kekayaan dapat menjadi jerat untuk menjauhkan orang dari Tuhan. Orang yang kaya dapat lupa Tuhan dan menikmati kedagingan di dalam duniawian. Tetapi kekayaan itu sendiri tidak salah. Kaya itu tidak dosa. Abraham pun kaya, Daud pun kaya, Ayub pun kaya. Semua itu berkat Tuhan dan tidak salah. Yang salah adalah hawa nafsu untuk cinta uang yang adalah akar dari segala kejahatan menurut Alkitab.

 

Bagaimana pandangan mengenai kemiskinan ? Mengenai hal ini perlu kita renungkan bahwa orang miskin juga bukan karena orang itu berdosa. Orang miskin bisa karena banyak hal misalnya karena kesehatan, karena malas, karena bencana, karena pendidikan, dll. Tetapi miskin tidak identik dengan dosa. Bahkan banyak orang miskinpun yang mengasihi Tuhan dan berharap kepada Tuhan. Tetapi adalah baik bagi kita untuk berdoa seperti doa Agur di dalam Amsal 30 supaya jangan terlalu miskin dan jangan terlalu kaya. Terlalu miskin bisa menggoda kita berbuat jahat dan mencuri. Tetapi terlalu kaya dapat membuat kita melupakan Tuhan. Paling penting adalah kita berkecukupan.

 

Kalau kita belajar merenungkan hidup ini kita belajar bahwa kebutuhan hidup itu sebenarnya sederhana saja.  Tuhan Yesus mengatakan supaya kita jangan kuatir akan hidup ini, akan apa yang kamu makan dan pakai. Di dalam perkataan ini sebenarnya tersirat bahwa di dalam hidup ini yang kita butuhkan itu sederhana yaitu makan, minum, pakaian dan tempat tinggal. Ini kebutuhan dasar secara material. Tentunya kita butuh juga kebutuhan batiniah seperti kasih sayang, dll. Tetapi kalau kita kebutuhan kita sudah terpenuhi bahkan berkelimpahan berarti sebenarnya ada mandat yang Tuhan ingin kerjakan di dalam hidup kita atas berkat yang Tuhan sudah berikan. Setiap orang diberikan talenta dan Tuhan menuntut kita melipatgandakan talenta yang Tuhan sudah berikan. Di dalam hal ini kita harus belajar berpikir di dalam kerangka kerajaan Sorga.

 

Alkitab mengajarkan bahwa supaya kita jangan mengumpulkan harta di dunia ini tetapi di dalam investasi kita harus belajar mengumpulkan harta di masa depan. Harta di dunia dapat hilang, dapat dicuri dan tidak dibawa ketika kita memasuki akhir hidup. Karena itu kita harus bijaksana di dalam mengelola harta yang sudah Tuhan percayakan.

 

Kesimpulan dari perenungan saya kali ini yaitu setiap berkat itu berasal dari Tuhan dan harus kita kelola dan kita kembalikan untuk kemuliaan nama Tuhan. Hidup kita harus jangan kuatir dan belajar mengucap syukur. Kita punya Tuhan yang mengasihi dan memelihara hidup kita. Dan kita tahu bahwa karakterNya itu baik. Amin

 

Jeffrey Lim
Rabu, 19 May 2010
Di Bandung

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2
mod_vvisit_counterYesterday11
mod_vvisit_counterThis week163
mod_vvisit_counterLast week189
mod_vvisit_counterThis month49
mod_vvisit_counterLast month886
mod_vvisit_counterAll days7089